KOLAKA, REPUBLIX.ID – Tim Rescue Pos SAR Kolaka diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di area kebun Desa Sani-sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa malam, 26 Mei 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan laporan mengenai kondisi membahayakan manusia itu diterima Comm Centre KPP Kendari pada pukul 21.10 Wita dari Kepala Desa Sani-sani.
“Setelah menerima laporan, pada pukul 21.30 Wita Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR,” kata Amiruddin, Selasa malam.
Menurut Amiruddin, pencarian dilakukan segera setelah laporan diterima karena korban diduga masih berada di kawasan perbukitan sekitar kebun warga.
“Tim kami bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur terkait dan masyarakat setempat. Kami berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Korban diketahui bernama Lallo, 52 tahun, warga Desa Sani-sani. Ia dilaporkan belum kembali sejak pergi ke kebun pada Senin, 25 Mei 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya pamit ke kebun sekitar pukul 13.30 Wita. Korban terakhir terlihat sekitar pukul 16.00 Wita di kebun milik tetangganya. Saat itu, korban disebut terlihat berlari ke arah perbukitan.
“Korban terakhir terlihat berlari menuju ke atas bukit dan sejak itu tidak kembali ke rumah,” kata Amiruddin.
Sejak saat itu korban tidak diketahui keberadaannya. Keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya nihil hingga laporan disampaikan kepada Basarnas.
Tim SAR yang diberangkatkan menempuh jarak sekitar 35 kilometer dari Pos SAR Kolaka menuju lokasi kejadian. Cuaca di wilayah operasi dilaporkan dalam kondisi cerah.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pos SAR Kolaka, Polsek Samaturu, Bhabinkamtibmas, aparat desa, warga sekitar, serta keluarga korban.
Basarnas juga mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, seperti rescue car, motor trail, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya.
“Hingga malam ini pencarian masih berlangsung dan perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan kembali,” ujar Amiruddin.
Penulis : Ris









Komentar