KONI Kolaka Utara Dikukuhkan, Wakil Bupati Titip Tiga Pesan Strategis

Olahraga787 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Wakil Bupati Kolaka Utara H. Jumarding, S.E. meminta kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kolaka Utara periode 2026-2030 menggeser orientasi organisasi dari sekadar aktivitas seremonial menuju tata kelola olahraga yang profesional, terukur, dan berkelanjutan.

Pesan itu disampaikan Jumarding saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus KONI Kabupaten Kolaka Utara periode 2026-2030. Ia menilai organisasi olahraga daerah memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus mengonversi potensi atlet lokal menjadi prestasi yang dapat mengangkat reputasi daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik. Amanah besar ini merupakan bentuk kepercayaan dunia olahraga daerah kita untuk membawa prestasi olahraga Kolaka Utara melangkah lebih maju,” kata Jumarding, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut dia, olahraga tidak dapat lagi dipandang semata sebagai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran. Olahraga merupakan instrumen pembentukan karakter yang menginternalisasi disiplin, kerja keras, sportivitas, daya juang, serta kemampuan bekerja dalam tim.

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E., sampaikan sambutan pada momen pelantikan pengurus KONI Kabupaten Kolaka Utara masa bakti 2026-2030. Foto: Diskominfo Kolut.

Karena itu, ia menilai tantangan KONI periode 2026-2030 cukup kompleks. Selain dituntut menghasilkan prestasi, pengurus baru harus membangun sistem pembinaan yang mampu menciptakan kesinambungan antara proses identifikasi bakat, pengembangan atlet, peningkatan kapasitas sumber daya manusia olahraga, hingga kesiapan menghadapi kompetisi.

Jumarding kemudian menyampaikan tiga agenda strategis yang perlu menjadi fokus KONI Kolaka Utara.

Pertama, pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan.

KONI diminta segera memetakan cabang olahraga potensial dan unggulan yang memiliki prospek prestasi. Pembinaan, kata dia, perlu dimulai dari lingkungan pelajar dengan memperkuat sinergi antara KONI, Dinas Pendidikan, sekolah, serta pemangku kepentingan olahraga lainnya.

Langkah tersebut diperlukan untuk membangun basis regenerasi atlet sehingga Kolaka Utara tidak hanya bergantung pada atlet yang telah matang, tetapi memiliki ekosistem pembinaan yang mampu memproduksi atlet secara kontinu.

Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E., menyalami satu per satu pengurus KONI Kabupaten Kolaka Utara masa bakti 2026–2030 usai pengukuhan. Foto: Diskominfo Kolut.

Kedua, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit.

Jumarding menekankan, kualitas atlet memiliki korelasi erat dengan kualitas ekosistem pembinaan. Atlet potensial membutuhkan pelatih yang kompeten serta perangkat pertandingan yang memahami standar dan regulasi cabang olahraga masing-masing.

“Prestasi atlet yang handal tidak akan lahir tanpa sentuhan pelatih yang berkualitas. Program peningkatan kompetensi pelatih dan wasit lokal harus menjadi prioritas agar standar olahraga di daerah kita terus meningkat,” ujarnya.

Ketiga, persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) mendatang.

KONI diminta melakukan evaluasi terhadap capaian sebelumnya, mengidentifikasi kelemahan, kemudian menyusun strategi persiapan kontingen secara lebih sistematis. Evaluasi tersebut mencakup pembinaan atlet, kesiapan pelatih, pemetaan cabang olahraga potensial, hingga dukungan terhadap kebutuhan kontingen.

“Kita evaluasi pencapaian sebelumnya, perbaiki kekurangan, dan persiapkan kontingen Kolaka Utara dengan matang agar mampu menorehkan prestasi gemilang dan mengharumkan nama daerah,” kata Jumarding.

Ketua DPC Partai Demokrat Kolaka Utara ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berkomitmen mendukung pengembangan olahraga daerah. Namun, dukungan tersebut tetap harus disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah.

Di sisi lain, KONI didorong membangun kemandirian pembiayaan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, BUMN, BUMD, dan sektor swasta. Salah satu skema yang ditawarkan ialah pola “bapak angkat” bagi cabang-cabang olahraga sebagai bagian dari diversifikasi sumber pembiayaan olahraga.

Menurut Jumarding, pola tersebut dapat menjadi alternatif untuk memperkuat keberlanjutan program pembinaan tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

Kepada pengurus KONI periode sebelumnya, Jumarding menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi selama menjalankan mandat organisasi. Ia berharap program yang telah dirintis dapat dipertahankan, dievaluasi, dan dikembangkan oleh kepengurusan baru.

Di akhir sambutannya, Jumarding meminta pengurus KONI Kolaka Utara periode 2026-2030 menjadikan sportivitas dan prestasi sebagai orientasi utama organisasi.

“Kibarkan panji-panji olahraga Kolaka Utara di setiap arena pertandingan, junjung tinggi sportivitas, dan buktikan bahwa kita mampu berdiri sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya,” katanya.

Penulis: Ris