Api Lahap Makam Leluhur di Toraja, Puluhan Jenazah Dilaporkan Terdampak

Ragam34 Dilihat

TORAJA UTARA, REPUBLIX.ID – Kebakaran hutan di Kecamatan Baruppu’, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, merembet hingga kompleks pemakaman tradisional pada Jumat malam, 23 Oktober 2026. Puluhan jenazah leluhur yang disemayamkan di liang batu kuno dilaporkan terdampak kebakaran tersebut.

Peristiwa ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan pada kawasan hutan, tetapi juga mengancam situs pemakaman yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat adat Toraja.

Api dilaporkan menjalar melalui vegetasi kering di kawasan perbukitan sebelum mencapai kompleks pemakaman. Angin kencang dan semak belukar yang mengering diduga mempercepat penyebaran api hingga ke sekitar liang batu dan bangunan makam keluarga.

Berdasarkan laporan yang dihimpun Kompasiana, hingga Sabtu sore, 24 Oktober 2026, asap masih mengepul dari sejumlah bagian kompleks pemakaman. Beberapa titik api dan bara dilaporkan masih menyala di dalam liang batu, sehingga penanganan kebakaran menghadapi tantangan tersendiri.

Kebakaran tersebut menyisakan duka bagi keluarga yang memiliki kerabat di kompleks pemakaman itu. Sejumlah peti jenazah tradisional atau erong dilaporkan hancur terbakar, sementara jenazah leluhur yang telah disemayamkan selama puluhan hingga ratusan tahun ikut terdampak.

Dalam tradisi Toraja, liang batu, erong, dan patane atau bangunan makam keluarga merupakan bagian penting dari warisan leluhur. Keberadaannya tidak hanya berkaitan dengan pemakaman, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, spiritual, serta ikatan antargenerasi.

Di tengah ancaman api, sejumlah keluarga dilaporkan berupaya menyelamatkan jenazah kerabat mereka yang berada di patane. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut ketika kobaran api mendekati bangunan pemakaman.

Hingga laporan ini disusun, jumlah pasti makam dan jenazah yang terdampak belum dipastikan. Pendataan diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan pada kompleks pemakaman tradisional tersebut.

Upaya pemadaman menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan akses yang sulit. Kondisi geografis tersebut menyulitkan petugas menjangkau sejumlah titik api.

Personel pemadam kebakaran Kabupaten Toraja Utara dilaporkan tiba di lokasi pada Sabtu sore. Petugas kemudian melakukan penyiraman dan berupaya mengendalikan api, terutama di sekitar tebing batu, liang pemakaman, serta vegetasi yang terbakar.

Namun, pemadaman belum sepenuhnya menghilangkan ancaman kebakaran. Sejumlah bara panas dilaporkan masih bertahan di bagian dalam liang batu, sehingga petugas bersama warga harus tetap bersiaga untuk mencegah api kembali membesar.

Penanganan pun tidak hanya berfokus pada pemadaman api di kawasan hutan, tetapi juga pada perlindungan kompleks pemakaman dan bangunan makam keluarga di sekitarnya.

Di tengah upaya penanganan kebakaran, dugaan pembakaran yang disengaja turut menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Laporan Kompasiana menyebutkan, penyelidikan awal mengarah pada dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Menindaklanjuti temuan itu, personel Polres Toraja Utara dilaporkan telah mengamankan seorang terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan.

Polisi masih mendalami motif dan rangkaian kejadian yang menyebabkan kebakaran. Dugaan keterlibatan terduga pelaku serta status hukumnya masih memerlukan penjelasan resmi dari kepolisian dan hasil penyelidikan lebih lanjut.

Jika unsur kesengajaan terbukti, proses hukum diharapkan dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran yang berdampak pada kawasan hutan dan situs pemakaman adat tersebut.

Kebakaran di Baruppu’ kembali menyoroti pentingnya perlindungan situs warisan budaya yang berada di kawasan rawan kebakaran.

Bagi masyarakat Toraja, kerusakan makam leluhur bukan sekadar kehilangan fisik. Peristiwa ini juga menyangkut penghormatan kepada pendahulu, sejarah keluarga, dan nilai-nilai adat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Warga berharap penanganan kasus dilakukan secara transparan. Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diharapkan melakukan pendataan menyeluruh terhadap makam yang terdampak serta merumuskan langkah penanganan dan pemulihan.

Selain itu, lokasi pemakaman perlu dipastikan aman dari sisa bara sebelum dilakukan penanganan lanjutan. Pendataan terhadap liang batu, erong, dan patane juga penting untuk memastikan cakupan kerusakan.

Penulis: Ris

Catatan: Artikel ini bersumber dari tulisan Yulius Roma Patandear dimuat dalam Kompasiana dengan judul “Kebakaran Hutan Hanguskan Kuburan Tua di Baruppu, Toraja Utara”