Empat Petugas Pemadam Karhutla Bromo Meninggal Terjebak Api

Peristiwa108 Dilihat

PROBOLINGGO, REPUBLIX.ID – Empat orang meninggal dunia setelah terjebak api saat berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Tiga korban merupakan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sedangkan satu lainnya bekerja di sektor perhotelan.

Melansir Antaranews.com, tiga petugas TNBTS yang meninggal dunia masing-masing bernama Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Hendra Rony. Sementara itu, korban lainnya, Sefriel Ardiansyah, diketahui merupakan pekerja hotel di Artotel Bromo.

Bupati Probolinggo Muhammad Haris mengatakan, tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian ketika berupaya memadamkan api. Satu korban lainnya meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Tongas.

“Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian saat memadamkan kebakaran dan satu korban meninggal saat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas,” kata Haris dalam konferensi pers di RSUD Tongas, Kamis malam.

Selain empat korban meninggal dunia, dua orang lainnya, yakni Munawi dan Suraji, mengalami luka bakar serius. Keduanya dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Haris memastikan biaya pengobatan kedua korban akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak TNBTS untuk mendukung penanganan medis mereka.

“Mudah-mudahan kedua relawan tersebut dapat ditangani dengan baik dan kondisinya bisa membaik,” ujarnya.

Haris menjelaskan, awalnya terdapat 12 orang yang melakukan pemadaman karhutla dengan mengikuti standar operasional prosedur (SOP). Namun, situasi berubah ketika kebakaran meluas dan arah angin berbelok dengan cepat.

Perubahan arah angin tersebut menyebabkan tim terpisah. Enam orang dilaporkan terjebak di tengah kebakaran, dengan empat di antaranya meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar serius.

Menurut Haris, kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan peristiwa yang hampir terjadi setiap tahun. Namun, kejadian kali ini menimbulkan korban jiwa.

Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para korban yang gugur saat berupaya memadamkan api.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada relawan yang meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran di Gunung Bromo,” tuturnya.

Haris menambahkan, penanganan karhutla dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah turun ke kawasan Bromo untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan dengan memperhatikan keselamatan personel.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi petugas pemadam dan relawan di tengah kebakaran hutan, terutama ketika kobaran api meluas dan arah angin berubah secara tiba-tiba.

Penulis: Ris