Hari Kedua Pencarian, Nelayan Asal Wawonii yang Hilang di Perairan Poleang Tenggara Belum Ditemukan

Peristiwa8 Dilihat

PBOMBANA, REPUBLIX.ID  – Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, memasuki hari kedua pada Minggu (7/6/2026).

Tim SAR Gabungan masih berupaya menemukan korban yang dilaporkan hilang saat melaut bersama rekan-rekannya.

Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (37), warga Kabupaten Konawe Kepulauan. Ia dilaporkan hilang pada Jumat (5/6/2026) malam setelah turun ke laut menggunakan pelampung gabus.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan operasi pencarian kembali dilanjutkan sejak pagi hari dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan instansi terkait.

“Pada pukul 07.00 Wita, Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian hari kedua. Untuk memaksimalkan upaya pencarian, tim dibagi menjadi dua kelompok yang melakukan penyisiran di lokasi berbeda,” ujar Amiruddin.

Ia menjelaskan, masing-masing tim menyisir area pencarian seluas 20 nautical mile persegi atau sekitar 68 kilometer persegi.

“Strategi pembagian tim dilakukan agar area pencarian dapat dijangkau lebih luas dan peluang menemukan korban semakin besar,” katanya.

Menurut Amiruddin, kondisi cuaca di lokasi pencarian relatif mendukung. Berdasarkan data BMKG, cuaca terpantau cerah dengan kecepatan angin mencapai 18,5 kilometer per jam dari arah timur dan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.

“Kondisi cuaca saat ini cukup baik untuk mendukung operasi pencarian. Meski demikian, seluruh personel tetap diminta mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.

Amiruddin menambahkan, operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos TNI AL Bombana, kru kapal pa’gae, kru longboat hingga masyarakat setempat.

“Sinergi seluruh unsur yang terlibat sangat penting dalam operasi ini. Kami mengapresiasi dukungan semua pihak yang turut membantu pencarian korban,” katanya.

Berdasarkan kronologi kejadian, korban berangkat melaut bersama juragan kapal H. Daeng Gassing dan 10 anak buah kapal lainnya pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 Wita. Sekitar pukul 18.45 Wita, korban meminta izin untuk buang air besar di laut menggunakan pelampung berupa gabus.

Sementara korban berada di laut, kru lainnya tetap melakukan penarikan jaring ikan. Namun setelah seluruh jaring berhasil diangkat ke atas kapal sekitar pukul 19.30 Wita, korban tidak lagi terlihat.

“Juragan kapal bersama kru sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi dengan menghidupkan mesin kapal dan menyisir area sekitar, namun korban tidak ditemukan,” ungkapnya.

Hingga Minggu sore, pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Basarnas Kendari berharap korban dapat segera ditemukan dan meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada petugas.

“Kami akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam operasi ini. Semoga korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi,” tutup Amiruddin.

Penulis : Ris

Komentar