BOMBANA, REPUBLIX.ID – Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, masih belum membuahkan hasil hingga hari keempat pencarian, Selasa (9/6/2026).
Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (37), warga Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban, namun hingga sore hari keberadaannya belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan operasi pencarian hari keempat telah dilaksanakan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur SAR dan aparat terkait.
“Hingga pukul 17.15 Wita, pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi SAR untuk sementara dihentikan dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.00 Wita,” terangnya.
Menurutnya, cuaca di lokasi kejadian terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 16 kilometer per jam dari arah timur laut serta tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter.
“Kondisi cuaca cukup baik dan seluruh unsur yang terlibat tetap berupaya melakukan pencarian secara optimal sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Amiruddin menjelaskan, korban dilaporkan hilang saat melaut bersama sebuah kapal pa’gae pada Jumat (5/6/2026). Saat itu kapal yang dinakhodai H. Daeng Gassing bersama 11 anak buah kapal sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan.
“Korban meminta izin untuk buang air besar di laut menggunakan alat pelampung berupa gabus sekitar pukul 18.45 Wita. Sementara rekan-rekannya tetap menarik jaring ikan,” jelasnya.
Setelah seluruh jaring berhasil diangkat ke atas kapal sekitar pukul 19.30 Wita, nakhoda bersama awak kapal menyadari korban belum kembali. Mereka kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban tidak ditemukan.
“Juragan kapal langsung menyalakan mesin dan mencari keberadaan korban. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh kru kapal, namun hasilnya nihil hingga laporan diteruskan kepada tim SAR,” ungkap Amiruddin.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos TNI AL Bombana, Babinsa Larete dan Puulemo.
SROP Kolaka dan Selayar, Satpol PP Bombana, personel Samapta Polres Kolaka, aparat kelurahan, kru kapal, masyarakat setempat, hingga keluarga korban.
Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah peralatan utama seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal pa’gae, longboat, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan pendukung lainnya.
Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Rabu (10/6/2026) dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Penulis : Ris









Komentar