Asrama Putri Ponpes Darul Mukhlasin As-Saniy Muna Barat Terbakar Dini Hari, Kerugian Capai Rp200 Juta

Regional37 Dilihat

“Bangunan berukuran kurang lebih 20 x 6 meter persegi itu hangus terbakar bersama sejumlah barang di dalamnya, termasuk kitab suci Al-Qur’an, ijazah santri, pakaian, lemari, hingga kasur”

MUNA BARAT, REPUBLIX.ID – Kebakaran hebat melanda asrama putri Pondok Pesantren Darul Mukhlasin As-Saniy yang berlokasi di Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (13/2/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.10 WITA. Api dengan cepat melahap bangunan asrama dua lantai semi permanen yang sebagian besar berbahan kayu.

Kapolsek Kusambi, IPDA Akhmad Amin Harun, mengungkapkan bahwa sebelum kebakaran terjadi, sejumlah warga tengah berada di depan pos istiqbal ponpes. Salah seorang warga, Sugeng, sempat melakukan patroli di sekitar area pesantren dan berteriak setelah melihat seseorang di sekitar lokasi.

“Teriakan tersebut membuat warga lainnya bergegas menuju kebun di belakang asrama putri. Namun saat dicek, tidak ditemukan siapa pun di lokasi,” ujar Akhmad Amin Harun dikutip dari media Edisiindonesia.id, Sabtu (14/2/2026).

Tak lama berselang, kobaran api terlihat membakar bagian timur bangunan asrama putri. Sejumlah santri di asrama putra langsung dibangunkan. Warga dan pihak pesantren kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga sekitar pukul 02.30 WITA.

Bangunan berukuran kurang lebih 20 x 6 meter persegi itu hangus terbakar bersama sejumlah barang di dalamnya, termasuk kitab suci Al-Qur’an, ijazah santri, pakaian, lemari, hingga kasur.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat kejadian, asrama putri dalam keadaan kosong karena para santriwati telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Keputusan pemulangan santriwati itu sebelumnya merupakan hasil rapat antara Pemerintah Daerah Muna Barat, DPRD, dan pihak pondok pesantren pada Rabu (11/2/2026).

Akibat kebakaran tersebut, kerugian materiel ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan,” tegas Kapolsek.

Peristiwa ini menambah daftar ujian yang tengah dihadapi pondok pesantren tersebut, menyusul polemik dugaan kasus pencabulan yang sebelumnya mencuat ke publik. Polisi memastikan proses penyelidikan kebakaran dilakukan secara profesional dan menyeluruh.

Penulis : Ris

Komentar