Hari Kedua Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Bombana Belum Membuahkan Hasil

Peristiwa15 Dilihat

BOMBANA, REPUBLIX.ID – Memasuki hari kedua operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan korban.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari mengungkapkan, pencarian yang berlangsung sepanjang Minggu (7/6/2026) dihentikan sementara pada pukul 17.15 WITA dan akan kembali dilanjutkan pada Senin pagi.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan seluruh unsur SAR telah mengerahkan berbagai peralatan dan metode pencarian di area yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya korban.

“Hingga memasuki pukul 17.15 Wita, pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan masih belum membuahkan hasil. Operasi SAR kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.00 Wita,” kata Amiruddin

Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (37), warga Kabupaten Konawe Kepulauan. Ia dilaporkan hilang saat melaut bersama kru kapal penangkap ikan jenis pa’gae.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun Basarnas, peristiwa bermula pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 15.00 Wita ketika juragan kapal H. Daeng Gassing bersama 11 anak buah kapal berangkat melaut untuk menangkap ikan.

Sekitar pukul 17.45 Wita, kapal melepaskan jaring untuk menangkap ikan. Satu jam kemudian, tepatnya pukul 18.45 Wita, korban meminta izin kepada rekan-rekannya untuk buang air besar di laut dengan menggunakan sebuah gabus sebagai alat bantu pelampung.

“Saat itu korban menggunakan sebuah gabus sebagai alat pelampung, sementara kru lainnya tetap fokus menarik jaring ikan ke atas kapal,” ujar Amiruddin.

Setelah seluruh jaring berhasil ditarik sekitar pukul 19.30 Wita, juragan kapal menyadari korban belum kembali. Mesin kapal kemudian dinyalakan dan pencarian langsung dilakukan di sekitar lokasi, namun korban tidak ditemukan.

“Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh kru kapal sesaat setelah korban diketahui tidak berada di sekitar kapal. Namun hingga laporan diterima, keberadaan korban masih belum ditemukan,” jelasnya.

Dalam operasi pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, mulai dari KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos TNI AL Bombana, Babinsa Larete dan Puulemo, kru kapal pa’gae, kru longboat hingga masyarakat setempat.

Basarnas juga mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal pa’gae, longboat, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

Amiruddin menambahkan, kondisi cuaca selama operasi pencarian berlangsung relatif mendukung dengan cuaca cerah, kecepatan angin sekitar 16 kilometer per jam dari arah timur laut, serta tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter.

“Kami berharap operasi pencarian besok dapat memberikan hasil yang maksimal sehingga korban segera ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat tetap berkomitmen melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi SAR,” pungkasnya.

Penulis : Ris

Komentar