BMKG Catat 87 Gempa Guncang Sulawesi Tenggara dalam Sepekan

Peristiwa21 Dilihat

KENDARI, REPUBLIX.ID – Aktivitas kegempaan di Sulawesi Tenggara masih tergolong tinggi. Dalam periode 29 Mei hingga 4 Juni 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 87 kejadian gempa bumi terjadi di berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara. Dari jumlah tersebut, 10 gempa di antaranya dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Geofisika Kendari, Konawe Utara menjadi wilayah dengan aktivitas seismik tertinggi dengan total 63 kejadian gempa.

Dari jumlah tersebut, enam kali gempa dilaporkan dirasakan warga. Sementara itu, Kolaka Timur mencatat 12 kejadian gempa dengan satu kali gempa dirasakan.

Selain itu, Kota Kendari mengalami dua kejadian gempa yang seluruhnya dirasakan masyarakat. Muna Barat juga mencatat dua kejadian gempa, dengan satu di antaranya dirasakan warga.

Adapun Kabupaten Kolaka dan Buton Utara masing-masing mengalami tiga kejadian gempa, sedangkan Muna dan Konawe Selatan masing-masing satu kejadian.

Secara keseluruhan, sebanyak 10 gempa yang dirasakan masyarakat tersebar di empat wilayah, yakni Konawe Utara sebanyak enam kali, Kendari dua kali, Kolaka Timur satu kali, dan Muna Barat satu kali.

Meski demikian, BMKG memastikan tidak ada laporan kerusakan maupun korban akibat rangkaian gempa yang terjadi selama periode tersebut.

Tingginya aktivitas gempa di Konawe Utara kembali menunjukkan kawasan tersebut masih menjadi salah satu zona paling aktif secara seismik di Sulawesi Tenggara. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas sesar aktif dan dinamika tektonik yang berkembang di wilayah tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Warga juga diminta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan aktivitas kegempaan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi.

Meskipun sebagian gempa dirasakan masyarakat, hingga saat ini tidak terdapat laporan kerusakan akibat gempa-gempa tersebut.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan memahami langkah-langkah mitigasi gempa bumi demikian keterangan BMKG Kendari.

Penulis : Ris

Komentar