Tim SAR Perluas Penyisiran Korban Hilang Saat Memancing di Teluk Pasarwajo

Peristiwa21 Dilihat

BUTON, REPUBLIX.ID – Tim SAR gabungan memperluas area pencarian terhadap La Jedi, 43 tahun, nelayan asal Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, yang dilaporkan hilang saat memancing di perairan Teluk Pasarwajo.

Memasuki hari kedua operasi, Kamis (23 Juli 2026) pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dua sektor penyisiran.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan operasi dimulai sejak pukul 07.10 Wita dengan melibatkan personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan.

“Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian dengan membagi dua tim. Tim pertama bersama keluarga korban dan nelayan menggunakan longboat menyisir area sekitar lokasi rumpon seluas 1,1 mil laut persegi, sedangkan tim kedua menggunakan rubber boat menyisir area seluas 7 mil laut persegi,” terangnya.

Selain Basarnas, operasi pencarian melibatkan Polres Buton, BPBD Buton, Polair Buton, Babinsa, aparat desa, masyarakat setempat, dan keluarga korban. Sejumlah peralatan dikerahkan, antara lain rubber boat, longboat, AquaEye, perlengkapan medis, peralatan evakuasi, serta perangkat komunikasi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 5 knot dari arah timur dan tinggi gelombang berkisar 0,1 hingga 0,5 meter. Kondisi tersebut dinilai cukup mendukung proses penyisiran.

Amiruddin menjelaskan, korban diketahui berangkat melaut seorang diri pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WITA menggunakan sebuah longboat untuk memancing di sebuah rumpon di Teluk Pasarwajo.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 21.00 Wita, seorang nelayan bernama La Dobo tiba di rumpon yang sama dengan tujuan memancing. Namun, ia tidak menemukan keberadaan La Jedi.

“Di lokasi hanya ditemukan barang-barang milik korban berupa alat pancing, senter, dan celana. Karena merasa ada yang tidak beres, saksi kemudian menghubungi keluarga korban,” ujar Amiruddin.

Keluarga bersama warga setempat langsung melakukan pencarian secara mandiri pada malam itu. Namun, upaya tersebut hanya menemukan longboat milik korban dalam kondisi hanyut di sekitar pesisir Pantai Wakoko, sementara korban belum berhasil ditemukan.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran dengan harapan korban segera ditemukan. Basarnas Kendari menyatakan perkembangan operasi akan terus disampaikan sesuai hasil pencarian di lapangan.

Penulis: Ris

Komentar