Ancaman Kekeringan Mengintai, Pangan dan Harga Kebutuhan Pokok Kolaka Utara Masih Aman

Ekobis550 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Ancaman Kekeringan belum menunjukkan dampak berarti terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Harga sejumlah komoditas masih relatif stabil dan stok di pasar dinilai mencukupi.

Namun, pemerintah daerah mulai menyiapkan skenario menghadapi kemungkinan gangguan produksi pangan dalam beberapa bulan mendatang. Kekhawatiran terutama menyasar tanaman berumur pendek yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan air.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan SDA Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Army Hasanuddin, S.IP., M.M., mengatakan kondisi pangan khususnya beras dan kebutuhan pokok lainnya saat ini masih relatif aman. Hasil panen sebelumnya masih menjadi salah satu penyangga pasokan di pasar.

“Untuk beberapa minggu ini belum ada dampaknya. Harga masih stabil, stok barang juga masih,” kata Army Hasanuddin, Selasa, 1 September 2026.

Menurut dia, kenaikan harga baru terlihat pada beberapa komoditas, salah satunya bawang putih. Namun, pergerakan harga tersebut belum menunjukkan tekanan pasokan yang mengkhawatirkan.

Army mengatakan pemerintah justru mewaspadai kondisi beberapa bulan ke depan. Tanaman pangan dan hortikultura berumur pendek memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap perubahan pola hujan dan peningkatan suhu.

“Yang dikhawatirkan karena tanaman ini kan tanaman jangka pendek, bukan tanaman jangka panjang. Diprediksi di bulan-bulan depan akan terjadi dampak,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemkab Kolaka Utara melihat pentingnya mempertahankan konektivitas distribusi pangan dari wilayah yang memiliki kondisi agroklimat relatif lebih mendukung.

Sejumlah daerah dengan kontur wilayah yang lebih dingin seperti Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan diperkirakan tidak mengalami tekanan kekeringan sebesar wilayah lain. Daerah tersebut selama ini juga menjadi salah satu sumber pasokan komoditas pangan ke Kolaka Utara.

“Daerah yang kontur wilayahnya lebih dingin seperti Enrekang mungkin tidak terlalu berimbas. Jadi kemungkinan pasokannya masih bisa dari sana, karena memang selama ini pasokan juga dari sana,” kata Army.

Untuk komoditas beras, pemerintah daerah memiliki instrumen penyangga melalui Perum Bulog Cabang Kolaka. Penyerapan gabah dan beras dari petani terus dilakukan, disertai penyaluran cadangan pangan pemerintah serta program pangan murah.

Menurut Army, keberadaan Bulog menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan apabila produksi lokal mengalami gangguan akibat kondisi iklim.

“Kita masih ada Bulog yang sangat mendukung. Mereka juga gencar melakukan penyerapan beras, belum lagi penyaluran cadangan pangan dan pangan murah,” ujarnya.

Pemkab Kolaka Utara juga telah menyiapkan cadangan pangan daerah sebagai langkah mitigasi apabila nantinya ancaman Kekeringan berdampak terhadap kemampuan produksi dan pasokan pangan.

Cadangan tersebut disimpan melalui Bulog dan akan digunakan jika kondisi di lapangan mulai menunjukkan tekanan terhadap ketersediaan pangan masyarakat.

“Kita sudah prepare, sudah ada persiapan. Ada cadangan Pemkab yang kita simpan di Bulog,” kata Army.

Dengan skema tersebut, pemerintah daerah menilai masyarakat tidak perlu panik menghadapi ancaman kemarau atau El Nino. Stabilitas pangan tidak hanya ditopang oleh produksi lokal, tetapi juga oleh cadangan pemerintah dan jaringan distribusi antardaerah.

“Kalau nanti El Nino berdampak pada kemampuan produksi kita, cadangan itu yang akan digunakan,” ujarnya.

Meski demikian, Army mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman lain yang menyertai musim kemarau, terutama kebakaran lahan dan vegetasi.

Lahan yang mengering meningkatkan potensi kebakaran. Jika api merambat ke kawasan pertanian, dampaknya dapat berlanjut pada kerusakan tanaman dan mengganggu produktivitas pangan.

“Yang sekarang justru kita takutkan adalah kebakaran. Walaupun tidak langsung berhubungan dengan pangan, tetapi bisa berimbas kalau terjadi di daerah-daerah dengan ladang yang kering,” katanya.

Army memastikan kondisi pangan Kolaka Utara hingga kini masih terkendali. Pemerintah memilih memperkuat langkah antisipasi sebelum gangguan iklim berkembang menjadi tekanan terhadap produksi dan harga pangan.

“Untuk sekarang insya Allah kita masih dalam kondisi baik-baik saja,” ujarnya.

Penulis: Ris