Tujuh Hari Tanpa Hasil, Basarnas Hentikan Pencarian Penumpang KM Nggapulu

Peristiwa181 Dilihat

KONKEP, REPUBLIX.ID – Setelah tujuh hari menyisir perairan Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, tim SAR gabungan belum menemukan Sian Servit Kembau, 51 tahun, penumpang Kapal Pelni KM Nggapulu yang dilaporkan terjatuh ke laut. Basarnas Kendari akhirnya menghentikan operasi pencarian pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Pencarian yang berlangsung sejak pekan lalu itu berakhir tanpa hasil. Hingga pukul 14.35 Wita, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan warga Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, menyatakan operasi SAR ditutup setelah memasuki hari ketujuh. Namun, penghentian operasi tidak menutup kemungkinan pencarian kembali dilakukan jika ditemukan petunjuk baru.

“Operasi SAR dinyatakan ditutup. Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” terangnya.

Peristiwa itu terjadi pada 13 Oktober 2026 sekitar pukul 23.20 Wita. Sian dilaporkan terjatuh dari KM Nggapulu yang sedang berlayar dengan rute Bitung–Jakarta di sekitar perairan Wawonii.

Setelah kejadian, pihak kapal sempat melakukan pencarian selama dua jam. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Keluarga korban kemudian menghubungi KPP Kendari untuk meminta bantuan operasi pencarian dan pertolongan.

Dalam operasi selama tujuh hari, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, antara lain rubber boat, AquaEye, peralatan selam, serta perlengkapan medis dan evakuasi. Sejumlah unsur turut terlibat, termasuk rescuer KPP Kendari, SROP Kendari, SROP Baubau, Pelni Kendari, dan keluarga korban.

Pada hari terakhir pencarian, kondisi cuaca dilaporkan cerah. Berdasarkan informasi BMKG, angin bertiup dari timur laut dengan kecepatan 9,8 knot, sedangkan tinggi gelombang mencapai 0,4 meter.

Hingga operasi ditutup, keberadaan Sian belum diketahui. Basarnas Kendari tetap membuka kemungkinan operasi dilanjutkan apabila ditemukan tanda-tanda baru yang dapat mengarah pada lokasi korban.

Penulis: Ris