Basarnas Cari Remaja 14 Tahun yang Diduga Terjatuh dari Kapal di Buton Selatan

Peristiwa57 Dilihat

BUTON SELATAN, REPUBLIX.ID – Seorang remaja berusia 14 tahun dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari sebuah kapal di perairan Lande, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari mengerahkan tim penyelamat pada Minggu dini hari, 19 Juli 2026, untuk melakukan pencarian.

Informasi mengenai insiden tersebut diterima Basarnas Kendari sekitar pukul 02.15 Wita dari Hasriah, keluarga korban. Laporan itu menyebut seorang anak buah kapal (ABK) diduga terjatuh ke laut atau man over board (MOB) dan belum ditemukan.

Tak sampai 15 menit setelah laporan diterima, Pos SAR Baubau langsung mengirimkan tim menuju lokasi kejadian terakhir (LKP).

Tim menempuh jarak sekitar 14 mil laut dengan membawa satu unit rubber boat, peralatan evakuasi, perlengkapan medis, alat komunikasi, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya.

Korban diketahui bernama Marifah, 14 tahun, warga Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau. Berdasarkan kronologi yang dihimpun Basarnas, peristiwa bermula pada Sabtu malam, 18 Juli 2026. Sekitar pukul 20.00 Wita, korban baru saja mengambil umpan di sebuah bagan. Salah seorang ABK kemudian memintanya beristirahat di dalam kamar kapal.

“Kurang lebih setengah jam kemudian, salah satu ABK masih sempat melihat korban berada di bagian haluan kapal. Namun sekitar pukul 21.00 Wita korban sudah tidak terlihat lagi dan diduga terjatuh ke laut,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, Amiruddin A.S, Minggu (19/7/2026).

Hingga Minggu pagi, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR menyisir area sekitar lokasi korban diduga terjatuh dengan melibatkan personel Pos SAR Baubau, unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari, serta keluarga korban.

Kondisi cuaca saat operasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 6 knot dari arah timur dan tinggi gelombang berkisar 0 hingga 0,8 meter, sehingga dinilai cukup mendukung proses pencarian.

Basarnas menyatakan akan terus memperbarui perkembangan operasi SAR hingga korban ditemukan.

Penulis : Ris

Komentar