“Pembangunan jalan produksi ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi strategis. Ini bentuk konsolidasi kebijakan antara legislatif dan eksekutif untuk memperkuat konektivitas kawasan produksi serta menurunkan biaya logistik hasil perkebunan”
KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) merealisasikan pembangunan dan peningkatan jalan perkebunan sepanjang 12 kilometer yang tersebar di 10 desa se-Kolaka Utara tahun 2025 lalu.
Program tersebut diwujudkan dalam 10 paket pembangunan jalan produksi yang tersebar di enam kecamatan. Intervensi infrastruktur ini menjadi bagian dari klaster sarana dan prasarana dalam agenda penguatan sektor perkebunan daerah.
Kepala Disbunak Kolaka Utara, H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M menjelaskan, pembangunan jalan produksi tersebut merupakan artikulasi dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD, sebagai manifestasi sinergi antara fungsi legislasi dan eksekutif dalam mendorong akselerasi pembangunan kawasan berbasis komoditas unggulan.
“Pembangunan jalan produksi ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi strategis. Ini bentuk konsolidasi kebijakan antara legislatif dan eksekutif untuk memperkuat konektivitas kawasan produksi serta menurunkan biaya logistik hasil perkebunan,” ujarnya, Jum’at (20/2/2026).
Menurutnya, keterbatasan aksesibilitas selama ini menjadi salah satu determinan rendahnya efisiensi distribusi hasil perkebunan. Dengan terbukanya akses jalan produksi, mobilitas petani dan arus distribusi komoditas diharapkan lebih optimal, terutama pada sentra-sentra produksi yang sebelumnya terisolasi secara spasial.
Selain 10 paket jalan produksi, Disbunak juga merealisasikan satu paket rabat beton serta satu paket gabungan jalan produksi dan rabat beton. Kombinasi konstruksi tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tahan infrastruktur terhadap beban angkut hasil panen sekaligus memperpanjang umur layanan jalan.
Secara konseptual, pembangunan infrastruktur produksi ini diarahkan untuk menciptakan efek pengganda atau multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi perdesaan. Peningkatan kualitas jalan diyakini akan berdampak pada penurunan biaya angkut, peningkatan volume pemasaran, serta stabilisasi harga di tingkat petani.
Disbunak menegaskan, intervensi sarana dan prasarana ini merupakan bagian dari strategi pembangunan berbasis kawasan, yang menempatkan infrastruktur sebagai prasyarat utama peningkatan produktivitas dan daya saing komoditas perkebunan di Kolaka Utara.
“Pemerintah daerah berharap pembangunan ini mampu memperkuat ekosistem produksi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” terangnya.
Penulis : Ris








Komentar