Panen 4 Ton Jagung di Lawolatu, Brimob Turun Langsung Kawal Swasembada Pangan

Berita Tani55 Dilihat

“Kegiatan ini menjadi penanda kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan petani dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan di tingkat lokal”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Upaya mendorong swasembada pangan pada 2026 kembali diperlihatkan melalui panen jagung kuartal I di Desa Lawolatu, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, Selasa, 7 April 2026.

Kegiatan ini menjadi penanda kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan petani dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan di tingkat lokal.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sultra Komisaris Polisi Jamaluddin Saho, Wakil Kepala Polres Kolaka Utara Komisaris Polisi Ilham, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kolaka Utara Bakri, serta Kapolsek Ngapa Inspektur Polisi Dua Julbakti.

Hadir pula penyuluh pertanian dan kelompok tani setempat yang selama ini terlibat dalam proses budidaya.

Hasil panen mencapai 4.000 kilogram dari lahan seluas satu hektare. Angka ini dinilai cukup optimal untuk siklus tanam pertama, sekaligus mencerminkan efektivitas pendampingan yang dilakukan sejak tahap awal penanaman.

Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sultra, Kompol Jamaluddin Saho, menegaskan keterlibatan Brimob tidak hanya terbatas pada aspek pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional.

“Kehadiran kami di sektor pertanian adalah bentuk komitmen Polri dalam mengawal program swasembada pangan. Ini bukan hanya soal panen, tetapi bagaimana memastikan proses dari tanam hingga distribusi berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Kami bersinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh, dan kelompok tani agar setiap tahapan bisa terukur dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Kepala Polres Kolaka Utara, Kompol Ilham, menilai kegiatan ini memiliki dampak strategis dalam menjaga stabilitas daerah.

“Ketahanan pangan berkorelasi langsung dengan stabilitas sosial. Ketika kebutuhan pangan terpenuhi, maka potensi gangguan kamtibmas juga dapat diminimalisir,” tuturnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kolaka Utara, Bakri, menyebut hasil panen 4 ton per hektare menjadi indikator positif bagi produktivitas lahan di wilayah tersebut.

“Dengan masa tanam 135 hari, capaian ini cukup baik. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas benih dan pola pendampingan agar produktivitas bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Menurut Bakri, program ini tidak berhenti pada aspek produksi semata. Pemerintah daerah juga berupaya menjaga stabilitas harga melalui penguatan akses pasar.

“Kami memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak. Ini penting agar petani tetap termotivasi untuk meningkatkan produksi,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari gerakan penanaman jagung serentak yang telah dimulai pada kuartal sebelumnya, melibatkan lintas sektor mulai dari aparat kepolisian, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Pendekatan terpadu tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan produksi sekaligus memperkuat ketersediaan pangan.

Kegiatan penanaman hingga panen jagung ini sekaligus menjadi implementasi dari agenda ketahanan pangan dalam kerangka program prioritas pemerintah atau Asta Cita.

Penulis : Ris

Komentar