BUTON, REPUBLIX.ID – Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan Insan (30), nelayan asal Desa Lasalimu Pantai, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, yang dilaporkan hilang setelah terjatuh dari longboat saat melaut.
Memasuki hari kedua operasi pencarian, Senin (15/6/2026), upaya penyisiran yang dilakukan di sekitar lokasi kejadian hingga sore hari belum membuahkan hasil. Hingga pukul 16.40 Wita, korban masih belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur SAR dan aparat terkait.
“Hingga memasuki pukul 16.40 Wita, pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan masih dengan hasil nihil. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pada pukul 07.00 Wita,” terangnya.
Menurutnya, kondisi cuaca di lokasi pencarian relatif mendukung dengan cuaca cerah berawan dan kecepatan angin sekitar 18 kilometer per jam dari arah timur berdasarkan data BMKG.
“Kami berharap kondisi cuaca yang cukup baik dapat membantu tim memperluas area pencarian pada operasi hari berikutnya sehingga korban dapat segera ditemukan,” ujarnya.
Berdasarkan kronologi yang diterima KPP Kendari, korban berangkat memancing seorang diri menggunakan longboat pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 02.00 WITA di perairan Lasalimu.
Namun, sehari kemudian, longboat milik korban bersama telepon genggamnya ditemukan terdampar di pesisir Desa Koepisino (Tanah Merah), Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara.
“Pada tanggal 14 Juni 2026, longboat milik korban beserta HP ditemukan terdampar di pesisir Desa Koepisino, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara. Pencarian terhadap korban telah dilakukan, namun hingga informasi ini diterima hasilnya masih nihil,” jelas Amiruddin.
Operasi pencarian melibatkan personel dari KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Buton, Polair Buton Utara, Polsek Lasalimu, Babinsa Lasalimu, masyarakat setempat, dan keluarga korban.
Sejumlah peralatan juga dikerahkan, di antaranya RIB, longboat, AquaEye, peralatan medis, peralatan evakuasi, serta perangkat komunikasi dan keselamatan lainnya.
Tim SAR gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Selasa pagi dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Penulis : Ris









Komentar