Tujuh Hari Pencarian Nihil, Basarnas Tutup Operasi SAR Nelayan Hilang di Buton

Peristiwa17 Dilihat

BUTON, REPUBLIX.ID – Operasi pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Teluk Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, resmi dihentikan pada Selasa, 28 Juli 2026. Setelah tujuh hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan penghentian operasi dilakukan sesuai prosedur karena masa operasi SAR telah memasuki hari ketujuh tanpa hasil.

“Operasi SAR telah memasuki hari ketujuh dan tanda-tanda keberadaan korban tidak ditemukan. Dengan demikian, operasi SAR kecelakaan kapal Man Over Board (MOB) terhadap satu orang yang hilang di perairan Teluk Pasarwajo dinyatakan ditutup,” terangnya.

Meski operasi resmi dihentikan, Amiruddin menegaskan pencarian dapat kembali dibuka apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk baru yang mengarah pada keberadaan korban.

“Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Namun operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.

Korban diketahui bernama La Jedi, 43 tahun, warga Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.

Menurut kronologi yang dihimpun Basarnas, La Jedi berangkat melaut seorang diri untuk memancing di rumpon pada Selasa, 21 Juli 2026 sekitar pukul 17.00 Wita menggunakan sebuah longboat.

Sekitar pukul 21.00 Wita, nelayan lain bernama La Dobo tiba di lokasi rumpon dengan tujuan yang sama. Namun, ia tidak menemukan La Jedi. Yang tersisa hanya sejumlah barang milik korban berupa alat pancing, senter, dan celana.

Merasa ada yang tidak beres, La Dobo segera menghubungi keluarga korban. Pencarian awal yang dilakukan keluarga hanya menemukan longboat milik La Jedi dalam kondisi hanyut di sekitar pesisir Pantai Wakoko tanpa keberadaan pemiliknya.

Selama tujuh hari operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya rubber boat, longboat, AquaEye, peralatan medis, perlengkapan evakuasi, hingga perangkat komunikasi.

Pencarian juga melibatkan personel Basarnas, BPBD Buton, Polres Buton, Polair, TNI AL Baubau, Koramil, Babinsa, aparat desa, masyarakat, dan keluarga korban.

Meski operasi resmi dihentikan, harapan keluarga agar La Jedi segera ditemukan masih belum padam. Basarnas memastikan akan kembali melakukan operasi pencarian apabila muncul informasi atau tanda baru yang mengarah pada keberadaan korban.

Penulis: Ris

Komentar