Bukan Sekadar Barisan, Ini Makna Formasi 81 Paskibraka Kolaka Utara

Ragam713 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pengibaran Sang Merah Putih dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Aspirasi Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Senin (17/8/2026), tidak sekadar menjadi prosesi seremonial.

Di balik gerak yang presisi dan formasi barisan yang terukur, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menghadirkan representasi visual tentang perjalanan kemerdekaan dan gagasan persatuan.

Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI itu, Paskibraka menjadi salah satu elemen yang paling menyita perhatian. Puluhan pelajar yang telah menjalani latihan selama kurang lebih satu bulan tampil dalam rangkaian pengibaran bendera dengan disiplin, koordinasi, dan ketepatan gerak.

Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Naskah Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Kolaka Utara Fitra Yudi.

Formasi barisan Paskibra pada upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI membentuk angka 81, mengikuti identitas peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Foto: Diskominfo Kolut.

Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Ipda Fitrah Ramadhan Pinaya, S.Tr.K. dan Perwira Upacara dijabat Kompol Julius. Paskibraka berada di bawah komando Ipda Muliadi Kala’, S.H., M.H.

Di antara para petugas, Ajeng Sri Rahayu dari SMAN 1 Pakue dipercaya sebagai pembawa bendera. Ia didampingi Rifka Putri Ramadani dari SMAN 1 Batu Putih. Adapun tim pengibar terdiri atas Bayu Pratama dari SMAN 1 Rante Angin, Abdul Khaerul Azzam dari SMKN 4 Kolaka Utara, dan Miken White dari SMAN 1 Lasusua.

Kesiapan mereka terlihat sejak awal hingga bendera Merah Putih mencapai puncak tiang. Setiap perpindahan posisi berlangsung dalam pola gerak yang terstruktur, mencerminkan hasil latihan berulang yang menuntut konsistensi, ketahanan fisik, serta kemampuan bekerja dalam satu komando.

Namun, pertunjukan Paskibraka tahun ini memiliki dimensi visual yang lebih kuat. Informasi yang dihimpun Republix.id, formasi barisan mereka membentuk angka 81, mengikuti identitas peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Angka tersebut bukan sekadar konfigurasi geometris dalam barisan. Ia merepresentasikan 81 tahun perjalanan bangsa sejak Proklamasi 17 Agustus 1945. Dalam konteks itu, formasi menjadi medium komunikasi simbolik yang menerjemahkan perjalanan sejarah ke dalam ekspresi visual yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.

Ajeng Sri Rahayu dari SMAN 1 Pakue dipercaya sebagai pembawa bendera. Foto: Ris/Republix.id.

Formasi tersebut juga dipadukan dengan pola lingkaran. Secara simbolik, lingkaran merepresentasikan persatuan, keutuhan, dan kesinambungan. Tidak terdapat titik awal maupun akhir yang dominan dalam bentuk tersebut sehingga dapat dimaknai sebagai metafora kebersamaan dan kesinambungan perjuangan.

Ketika lingkaran mengelilingi angka 81, terbentuk satu kesatuan visual yang menggambarkan relasi antara perjalanan sejarah dan semangat kolektif. Angka 81 menunjukkan dimensi waktu, sedangkan lingkaran mengartikulasikan gagasan persatuan.

Dalam konteks lokal Kolaka Utara, simbol tersebut diarahkan pada gagasan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan agenda pembangunan daerah.

Formasi itu merepresentasikan semangat persatuan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bersama seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi pembangunan 2025–2030: menjadi daerah madani, maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Makna tersebut sekaligus ditempatkan dalam kerangka visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan demikian, Paskibraka tidak hanya menjalankan fungsi protokoler dalam upacara. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komunikasi simbolik negara yang mempertemukan sejarah, disiplin, pendidikan karakter, dan cita-cita pembangunan dalam satu ruang publik.

Bagi para pelajar yang terlibat, proses tersebut juga menjadi pengalaman pendidikan nonformal. Mereka belajar menerjemahkan instruksi menjadi gerak kolektif, menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan individual, serta mempertahankan presisi di tengah tekanan dan perhatian publik.

Prosesi pengibaran Merah Putih yang berlangsung lancar menjadi penanda keberhasilan latihan panjang para anggota Paskibraka. Di balik beberapa menit prosesi yang berlangsung di hadapan peserta upacara dan masyarakat, terdapat proses persiapan yang menuntut kedisiplinan dan repetisi.

Upacara HUT ke-81 RI di Kolaka Utara akhirnya tidak hanya meninggalkan momentum pengibaran bendera. Formasi angka 81 yang dikelilingi lingkaran menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada peristiwa historis 17 Agustus 1945.

Kemerdekaan juga menjadi proses berkelanjutan yang membutuhkan persatuan, kerja kolektif, inovasi, serta pengabdian untuk memastikan perjalanan bangsa tetap bergerak menuju masa depan.

Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar mengapresiasi para anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar bendera pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Adik-adik Paskibraka telah menjalankan tugas dengan sangat baik pada detik-detik Proklamasi pagi tadi dan akan melanjutkan tugas pada penurunan bendera sore hari,” ujar Nur Rahman.

Ia berpesan agar pengalaman tersebut dijadikan sebagai momentum untuk terus mengembangkan diri sekaligus mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa yang tangguh di masa depan.

“Jadikan pengalaman ini sebagai batu loncatan untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa yang tangguh di masa depan,” katanya.

Penulis: Ris