Lantik Rektor UMKOTA, Ahmad Muttaqin Dorong Kampus Berdaya Saing Global

Edukasi15 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Ahmad Muttaqin, M.A., Ph.D., menekankan tiga pilar utama dalam pengembangan Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara (UMKOTA).

Ketiganya meliputi tata kelola universitas yang unggul, penguatan reputasi akademik, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Muttaqin saat menghadiri pelantikan Rektor UMKOTA periode 2026–2030 yang dirangkaikan dengan Wisuda ke-2 UMKOTA di Aula Islamic Center Masjid Agung Lasusua, Senin, 2 November 2026. Dalam kegiatan itu, ia hadir mewakili Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Menurut Ahmad Muttaqin, ketiga pilar tersebut merupakan fondasi penting bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat perannya dalam pembangunan.

Ia menjelaskan, tata kelola universitas yang baik atau good university governance harus menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Profesionalisme pengelolaan perlu diterapkan secara menyeluruh, mulai dari penerimaan mahasiswa, proses pembelajaran, hingga menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat.

Perguruan tinggi, kata dia, tidak cukup hanya mencetak sarjana dengan gelar akademik. Kampus juga memiliki tanggung jawab membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, memiliki kapasitas intelektual, menguasai keterampilan, serta mampu menawarkan solusi terhadap persoalan di lingkungannya.

Selain tata kelola, reputasi akademik menjadi tantangan berikutnya. Perguruan tinggi Muhammadiyah diharapkan tidak berhenti pada pencapaian di tingkat lokal dan nasional, tetapi mampu memperluas pengakuan hingga tingkat internasional.

“Kita dorong perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya bermain di level lokal dan nasional, tetapi juga memiliki reputasi global,” ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, penguatan penelitian, inovasi, produktivitas akademik, serta jejaring kerja sama menjadi aspek yang perlu dikembangkan secara konsisten.

Reputasi sebuah universitas, dengan demikian, tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan jumlah mahasiswa atau fasilitas kampus, tetapi juga oleh kualitas karya ilmiah dan kontribusi keilmuannya.

Pilar ketiga yang disampaikan Ahmad Muttaqin berkaitan dengan dampak keberadaan perguruan tinggi bagi masyarakat. Pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan di luar lingkungan kampus.

Dalam konteks Kolaka Utara, UMKOTA memiliki peluang strategis untuk mengambil bagian dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. Keberadaan kampus diharapkan tidak sebatas menjadi tempat memperoleh pendidikan formal, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengetahuan, penelitian, dan pengembangan gagasan pembangunan.

Peran tersebut membutuhkan hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi penting agar hasil penelitian dan inovasi kampus tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan daerah.

Dengan pendekatan itu, keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari perkembangan kelembagaan, tetapi juga dari kualitas lulusannya dan sejauh mana keberadaannya memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Ahmad Muttaqin juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada keberlanjutan organisasi. Seorang rektor tidak hanya dituntut mencapai target selama masa jabatan, tetapi juga harus membangun sistem kelembagaan yang kuat dan menyiapkan generasi pemimpin berikutnya.

“True leaders don’t create followers, they create more leaders,” tuturnya.

Pesan tersebut menggambarkan bahwa kepemimpinan yang baik tidak bertumpu pada satu figur. Sebaliknya, seorang pemimpin harus mampu mengembangkan kapasitas orang lain, membangun kaderisasi, dan menciptakan lingkungan organisasi yang memungkinkan lahirnya pemimpin-pemimpin baru.

Komitmen terhadap pengembangan institusi itu turut diperkuat melalui penandatanganan kontrak kinerja dan fakta integritas dalam pelantikan Rektor UMKOTA periode 2026–2030.

Sejumlah sasaran yang menjadi perhatian mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan dan kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, pengelolaan keuangan, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Kolaka Utara AKBP A. Sofyan, Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka Utara Muchammad Arifin, S.H., serta sejumlah pimpinan instansi dan organisasi di Kabupaten Kolaka Utara.

Penulis: Ris