Dampak Gempa M7,6 di Sulut–Maluku Utara: 1 Tewas, Ratusan Rumah Rusak dan Ratusan Warga Mengungsi

Nasional34 Dilihat

“Di Provinsi Sulawesi Utara, gempa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Kota Manado dan satu orang lainnya mengalami luka ringan di Kabupaten Minahasa”

JAKARTA, REPUBLIX.ID – Gempa bumi kuat berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Kota Bitung dan sekitarnya pada Kamis (2/4/2026). Gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 33 kilometer ini memicu ratusan gempa susulan serta menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di dua provinsi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 233 gempa susulan terjadi, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,8.

Getaran gempa dirasakan luas, mulai dari Kota Manado, Kabupaten Minahasa, hingga sejumlah wilayah di Maluku Utara seperti Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, serta kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, di Provinsi Sulawesi Utara, satu orang meninggal dunia di Kota Manado dan satu orang lainnya mengalami luka ringan di Kabupaten Minahasa.

Sementara itu, dampak di Provinsi Maluku Utara cukup signifikan. Tercatat sebanyak 134 kepala keluarga terdampak di Kota Ternate, 7 KK di Halmahera Tengah, 5 KK di Halmahera Barat, dan 2 KK di Halmahera Selatan. Selain itu, sebanyak 355 jiwa terpaksa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan.

Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan di sejumlah wilayah. Di Kota Manado, satu unit hotel, lima kantor, dan satu fasilitas umum berupa Gedung KONI mengalami kerusakan. Di Kabupaten Minahasa, terdapat 17 rumah warga terdampak, bersama satu kantor pemerintahan, dua fasilitas ibadah, serta satu akses jalan.

Di Maluku Utara, kerusakan paling parah terjadi di Kota Ternate dengan rincian 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, dan 66 rusak ringan, serta enam fasilitas ibadah terdampak. Di Kota Tidore Kepulauan, tercatat 25 rumah rusak ringan, lima fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum terdampak.

Sementara itu, di Halmahera Selatan terdapat dua rumah rusak sedang serta satu fasilitas pendidikan dan satu jembatan terdampak. Di Halmahera Tengah, dua rumah mengalami rusak berat dan lima lainnya rusak sedang. Adapun di Halmahera Barat, lima rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah saat ini masih melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga, pendataan lanjutan, serta distribusi bantuan bagi para korban terdampak.

Penulis : Ris

Komentar