Kapal Penampung Ikan Tabrak Karang di Perairan Bokori

Peristiwa22 Dilihat

KONAWE, REPUBLIX.ID – Sebuah kapal penampung ikan yang mengangkut enam orang mengalami kecelakaan laut setelah menabrak karang dan mengalami kebocoran di sekitar Perairan Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (15/6/2026) malam.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 20.40 Wita dari Herman, keluarga korban.

Menindaklanjuti informasi itu, Tim Rescue KPP Kendari bersama kru KN SAR Pacitan langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan tim bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada para penumpang kapal yang dilaporkan mengalami kebocoran setelah menabrak karang.

“Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung mengerahkan Tim Rescue KPP Kendari bersama kru KN SAR Pacitan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR kepada seluruh penumpang kapal yang mengalami kebocoran setelah menabrak karang,” terangnya.

Lokasi kejadian berada sekitar 9 mil laut dari Dermaga Basarnas Kendari. Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter dan kecepatan angin sekitar 12,5 kilometer per jam dari arah timur laut.

Upaya penyelamatan berlangsung cepat. Pada pukul 21.29 Wita, tim SAR berhasil menemukan kapal beserta enam orang yang berada di atasnya dalam keadaan selamat sekitar 97 meter dari lokasi kejadian.

“Tim berhasil menemukan kapal beserta enam orang yang berada di atasnya dalam keadaan selamat. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke Dermaga Penyeberangan Bokori dan diserahkan kepada keluarga masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas, kapal penampung ikan tersebut berangkat dari Banggai menuju Kendari pada Senin dini hari sekitar pukul 04.00 Wita. Namun saat melintas di perairan sekitar Bokori pada pukul 20.30 Wita, kapal menabrak karang hingga mengalami kebocoran.

Amiruddin menambahkan, keberhasilan evakuasi seluruh penumpang tidak lepas dari respons cepat tim SAR gabungan serta kondisi cuaca yang cukup mendukung selama operasi berlangsung.

“Operasi SAR berjalan lancar berkat respons cepat tim di lapangan serta kondisi cuaca yang mendukung. Dengan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” ungkapnya.

Enam orang yang berada di atas kapal tersebut masing-masing Nias (42) selaku pemilik kapal, Bahri (38), Ebit (42), Asrin (25), Tamrin (43), dan Arsad (42). Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Basarnas juga mengimbau para nelayan dan pengguna transportasi laut untuk selalu memperhatikan kondisi kapal serta kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar.

“Kami mengimbau para nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu memperhatikan kondisi kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta faktor cuaca sebelum berlayar guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut,” tutup Amiruddin.

Penulis : Ris

Komentar