Dua Nelayan Terjatuh dari Longboat di Perairan Maleura Muna, Satu Ditemukan Meninggal dan Satu Masih Hilang

Peristiwa17 Dilihat

MUNA, REPUBLIX.ID – Kecelakaan laut terjadi di Perairan Maleura, Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Selasa (16/6/2026). Dua nelayan dilaporkan terjatuh dari longboat saat melaut. Satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan laporan kejadian diterima dari Kapolsek Katobu pada pukul 15.45 Wita.

“Informasi yang kami terima menyebutkan dua nelayan terjatuh dari longboat di sekitar Perairan Maleura. Satu korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian,” ujar Amiruddin.

Korban yang ditemukan meninggal dunia diketahui bernama Amsir (41), sedangkan rekannya, La Damu, hingga kini masih dinyatakan hilang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, pada pukul 16.05 Wita Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna diberangkatkan menggunakan RIB menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” katanya.

Menurut Amiruddin, lokasi kejadian berjarak sekitar 5 mil laut dari Unit Siaga SAR Muna sehingga tim dapat segera dikerahkan ke area pencarian.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh tim SAR, Amsir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, korban diketahui sedang mencari ikan menggunakan longboat bersama La Damu.

“Korban Amsir ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Saat kejadian, korban diketahui sedang mencari ikan menggunakan longboat bersama rekannya yang saat ini masih dalam pencarian,” ungkapnya.

Operasi pencarian melibatkan unsur KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polres Raha, dan Polsek Katobu. Tim SAR juga didukung berbagai peralatan, mulai dari Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan medis, peralatan evakuasi, alat komunikasi, hingga perlengkapan keselamatan lainnya.

Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0 hingga 1,5 meter. Kecepatan angin mencapai 12 kilometer per jam dari arah timur.

“Kami akan terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang masih hilang. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan setelah ada hasil terbaru dari lapangan,” tutupnya.

Penulis : Ris

Komentar