Korban Gempa M6,7 Sulawesi Tengah Bertambah, Satu Warga Meninggal dan Ratusan Terdampak

Peristiwa54 Dilihat

PALU, REPUBLIX.ID – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka-luka, serta ratusan warga terdampak di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 19.00 Wib, korban meninggal dunia tercatat berada di Kabupaten Sigi, wilayah yang mengalami dampak paling signifikan akibat gempa tersebut.

Selain korban jiwa, sebanyak 25 warga dilaporkan mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat. Sementara jumlah warga terdampak mencapai sekitar 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota.

Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan jumlah korban dan dampak terbesar. Tercatat sebanyak 89 KK atau 272 jiwa terdampak, dengan 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga luka berat.

Di Kabupaten Parigi Moutong, sekitar 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Sementara di Kota Palu dua warga mengalami luka ringan dan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka yang masih dalam proses pendataan.

Kerusakan bangunan juga terus bertambah seiring masuknya laporan dari lapangan. BNPB mencatat sedikitnya 67 unit rumah terdampak, terdiri dari 26 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Tak hanya permukiman warga, gempa juga merusak enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta menyebabkan amblasnya satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso.

Di Kabupaten Sigi, kerusakan paling banyak ditemukan dengan total 47 rumah terdampak. Rinciannya, 23 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Selain itu, enam fasilitas ibadah, dua gedung perkantoran, satu jembatan, serta satu unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga mengalami kerusakan.

Sementara itu, Kabupaten Poso melaporkan lima rumah terdampak dan tiga rumah rusak ringan. Di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 15 rumah terdampak akibat guncangan gempa.

Adapun di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, dan satu tempat usaha turut terdampak.

Dalam upaya percepatan penanganan, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan kaji cepat dan pendataan di wilayah terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, desa, serta instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Pemerintah Kabupaten Sigi saat ini sedang memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Pos lapangan juga telah dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki guna mempercepat koordinasi dan pelayanan kepada warga terdampak.

Di Kabupaten Poso, BPBD bersama pemerintah daerah mendirikan tenda darurat di lingkungan RSUD Kabupaten Poso untuk mendukung pelayanan kesehatan. Warga bersama aparat kepolisian juga melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa.

BNPB menyebut aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga sore hari. Bersama BMKG dan pemerintah daerah, pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan BMKG.

BNPB memastikan akan terus memperbarui data dan perkembangan penanganan bencana seiring berlangsungnya proses pendataan serta penanganan darurat di wilayah terdampak.

Penulis : Ris

Komentar