PALU, REPUBLIX.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan M5,1 kembali mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Rabu (17/6/2026) dini hari.
Gempa yang terjadi pukul 01.29 WIB itu merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa kuat M6,7 yang mengguncang wilayah yang sama sehari sebelumnya.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada di darat sekitar 54 kilometer tenggara Palu pada kedalaman 11 kilometer.
Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” terang Wijayanto.
Menurut dia, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” ujarnya.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. BMKG mencatat intensitas tertinggi mencapai skala V MMI di Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong.
Sementara di Palolo, Kabupaten Sigi, dan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, gempa dirasakan pada skala IV hingga V MMI.
Getaran juga dirasakan di Sigi Biromaru dan Kota Poso dengan intensitas III MMI. Adapun Kota Palu mengalami guncangan II hingga III MMI, sedangkan Donggala dan Pasangkayu merasakan gempa pada skala II MMI.
Meski dirasakan cukup luas, hingga saat ini belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga memastikan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.
BMKG menyebut gempa M5,1 ini masih berkaitan dengan gempa utama M6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB.
“Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M6,7 di Palu, Sulawesi Tengah pada tanggal 16 Juni 2026,” jelasnya.
Aktivitas gempa susulan hingga kini masih terus berlangsung. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG hingga pukul 08.30 WIB, telah terjadi 466 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M5,2.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutupnya.
Penulis : Ris









Komentar