SOPPENG, REPUBLIX.ID – Perselisihan soal pembagian air irigasi di area persawahan berujung maut di Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2026) pagi.
Seorang petani berinisial A (68) meninggal dunia setelah terlibat duel menggunakan parang dengan sesama petani berinisial S (48). Korban diduga mengalami luka tusuk pada bagian dada dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra, membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, duel dipicu perselisihan mengenai aliran air irigasi untuk lahan persawahan.
“Betul, dua petani yang berduel karena persoalan air irigasi. Ada satu petani yang meninggal dunia usai ditikam pada bagian dada,” ujar Dodie dikutip dari Detiksulsel.com.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.30 Wita. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, korban dan pelaku sempat terlibat adu mulut yang kemudian berkembang menjadi perkelahian. Dalam insiden itu, keduanya disebut sama-sama mengeluarkan senjata tajam jenis parang.
Korban mengalami luka tusuk di bagian dada dan tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian sesaat setelah kejadian.
Polisi juga menyita dua bilah parang yang diduga digunakan dalam perkelahian tersebut sebagai barang bukti.
“Begitu kami menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk mengamankan pelaku. Penyidik juga telah mengamankan dua bilah parang yang diduga berkaitan dengan kejadian ini. Saat ini kami masih mendalami secara utuh kronologi dan motifnya,” kata Dodie.
Hingga kini, Satreskrim Polres Soppeng masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi untuk mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan satu orang petani kehilangan nyawa akibat sengketa air irigasi.
Penulis: Ris









Komentar