Penyambungan Entris Dimulai, 6,9 Ribu Hektare Kebun Kakao Kolaka Utara Disiapkan untuk Diremajakan

Berita Tani615 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Program perluasan dan peremajaan tanaman kakao di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, memasuki fase krusial. Penyambungan entris atau batang atas kini dilakukan sebagai tahapan pembentukan bahan tanam unggul sebelum jutaan bibit kakao disalurkan kepada petani.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp110,9865 miliar pada Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pengembangan kakao di Kolaka Utara.

Anggaran tersebut terbagi dalam dua skema. Program perluasan kakao mendapat alokasi Rp4,8255 miliar untuk pengadaan 300 ribu bibit pada areal seluas 300 hektare.

Adapun program peremajaan kakao memperoleh alokasi Rp106,161 miliar, yang mencakup penyediaan 6,6 juta pucuk kakao untuk rehabilitasi kebun seluas 6.600 hektare. Dengan demikian, total areal yang menjadi sasaran program mencapai 6.900 hektare.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M., Foto: Ris/Republix.id.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M., mengatakan persiapan bahan tanam telah berlangsung sejak akhir 2025. Pihak ketiga mulai melakukan penyemaian sejak Desember 2025 hingga Februari 2026.

Tahapan kemudian berlanjut pada proses penyambungan entris yang dilakukan sejak Juni dan ditargetkan berlangsung hingga Agustus 2026.

“Teman-teman dari pihak ketiga sudah mulai melakukan pembibitan sejak Desember 2025 hingga Februari 2026. Sejak Juni sampai Agustus 2026 sudah dilakukan penyambungan entris,” kata Kamal, Senin, 10 Agustus 2026.

Penyambungan entris merupakan salah satu tahapan penting dalam produksi bahan tanam kakao. Teknik ini menggabungkan batang bawah dengan entres dari tanaman induk yang memiliki karakter genetik unggul, sehingga bibit yang dihasilkan diharapkan memiliki produktivitas dan kualitas sesuai standar bahan tanam yang ditetapkan.

Kamal mengatakan, apabila seluruh tahapan teknis berjalan sesuai jadwal, bibit akan mulai didistribusikan kepada kelompok tani penerima pada Oktober hingga Desember 2026.

“Kami upayakan penyaluran bibit kakao ini dapat dilakukan pada Oktober hingga Desember 2026 sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh kelompok tani penerima,” ujarnya.

Penyambungan Capai Sekitar 120 Ribu Bibit

Proses penyambungan entris. Foto: Ris/Republix.id.

Pantauan Republix.id, Senin, 10 Agustus 2026, di salah satu lokasi pembibitan CV Wahana Multi Cipta di Desa Lalombundi, Kecamatan Pakue, menunjukkan proses penyambungan entris masih berlangsung.

Sejumlah pekerja tampak melakukan penyambungan pada bibit kakao yang telah melewati fase pembibitan awal. Lokasi tersebut merupakan salah satu nursery yang memasok kebutuhan bahan tanam untuk sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pakue, Nurhaeda Rasida, S.P., mengatakan target penyemaian di nursery tersebut mencapai sekitar 240.600 bibit.

Menurut dia, proses penyambungan masih berjalan sehingga jumlah bibit yang telah tersambung terus mengalami perubahan setiap hari.

“Berdasarkan pembaruan data terakhir hingga pekan sebelumnya, jumlah bibit yang telah tersambung secara akumulatif mencapai sekitar 120 ribu bibit,” kata Nurhaeda.

Angka tersebut, kata dia, bersifat tentatif karena proses penyambungan terus berlangsung.

Nurhaeda menjelaskan, bibit dari nursery tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi Kolaka Utara. Sebagian produksi juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain di Sulawesi Tenggara.

“Lokasi tujuan kalau saya tidak salah Kabupaten Bombana, Kolaka Utara 4 dan kemungkinan juga akan distribusi ke Kabupaten Konawe Selatan atau beberapa kabupaten lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan petunjuk teknis, pengangkutan bibit keluar dari nursery diperkirakan mulai dilakukan pada Oktober hingga November 2026, dengan catatan seluruh tahapan produksi dan persyaratan distribusi telah terpenuhi.

Menunggu Fase Distribusi ke Petani

Bibit kakao hasil penyambungan entris unggul. Foto: Ris/Republix.id.

Program tersebut tidak berhenti pada produksi bibit. Setelah penyambungan entris selesai, bibit harus melewati fase pemeliharaan dan seleksi sebelum dinyatakan siap didistribusikan.

Tahapan ini penting untuk memastikan bahan tanam memenuhi persyaratan teknis, termasuk kondisi pertumbuhan dan keberhasilan sambungan. Dengan volume produksi mencapai jutaan bahan tanam, konsistensi mutu menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan rehabilitasi kebun kakao di Kolaka Utara.

Sementara itu, papan informasi kegiatan di lokasi nursery mencantumkan produksi benih kakao dalam fase pascasemai satu hingga dua bulan untuk wilayah Kabupaten Kolaka Utara 2 yang dikerjakan CV Wahana Multi Cipta.

Pada papan tersebut tercantum volume produksi 2.000.000 batang, dengan lokasi nursery di Desa Puurau, Kecamatan Ngapa. Kegiatan menggunakan Tahun Anggaran 2025–2026 dengan waktu pelaksanaan 22 November 2025 hingga 31 Maret 2026.

Skala produksi tersebut menggambarkan besarnya rantai pasok bahan tanam yang harus dipersiapkan sebelum program rehabilitasi kakao memasuki tahap penanaman di tingkat petani.

Bagi Kolaka Utara, fase penyambungan entris menjadi titik penting karena keberhasilan produksi bahan tanam akan menentukan kesiapan program peremajaan dan perluasan kebun kakao yang ditargetkan mencakup 6.900 hektare.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas tanaman kakao melalui penggunaan bahan tanam unggul, menggantikan tanaman yang telah mengalami penurunan produktivitas serta memperluas areal budidaya pada lahan yang memenuhi persyaratan teknis.

Penulis: Ris