Basarnas Kendari Sisir Perairan Wawonii Cari Penumpang KM Nggapulu

Peristiwa10 Dilihat

KONKEP, REPUBLIX.ID – Seorang penumpang kapal Pelni KM Nggapulu dilaporkan terjatuh ke laut di sekitar perairan Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Basarnas Kendari mengerahkan tim SAR untuk mencari korban pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Korban diketahui bernama Sian Servit Kembau, 51 tahun, warga Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Hingga laporan awal diterima, keberadaan korban belum diketahui.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, mengatakan laporan kejadian diterima Comm Centre Basarnas Kendari dari Desi, menantu korban, pada pukul 06.45 Wita.

“Pada pukul 06.45 Wita Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari pihak keluarga korban terkait penumpang yang terjatuh dari KM Nggapulu di sekitar perairan Wawonii,” kata Amiruddin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 07.05 Wita. Lokasi pencarian diperkirakan berjarak sekitar 63 mil laut atau 116,7 kilometer dari Dermaga Basarnas Kendari.

Berdasarkan kronologi awal, korban terjatuh dari KM Nggapulu yang tengah berlayar dengan rute Bitung-Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 23.20 Wita.

Pihak kapal sempat melakukan pencarian selama dua jam setelah kejadian. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Pihak keluarga kemudian menghubungi Basarnas Kendari untuk meminta bantuan pencarian.

“Pihak kapal langsung melakukan upaya pencarian selama dua jam dengan hasil nihil. Selanjutnya, pihak keluarga korban menghubungi KPP Kendari untuk memberikan bantuan SAR,” demikian keterangan dalam kronologi yang disampaikan Basarnas Kendari.

Dalam operasi tersebut, tim SAR dilengkapi sejumlah peralatan, antara lain Rigid Inflatable Boat (RIB), AquaEye, peralatan selam, perlengkapan medis, peralatan evakuasi, serta perangkat komunikasi.

Adapun kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berkabut asap. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 11 kilometer per jam, sedangkan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 meter berdasarkan informasi BMKG.

Tim SAR masih melakukan upaya pencarian untuk menemukan korban. Perkembangan operasi selanjutnya menunggu laporan resmi Basarnas Kendari.

Penulis: Ris