Enam Hari Dicari, Nelayan Asal Lasalimu Belum Juga Ditemukan

Peristiwa17 Dilihat

BUTON, REPUBLIX.ID – Memasuki hari keenam Operasi SAR terhadap seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh dari longboat di perairan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban.

Korban diketahui bernama Insan (30), warga Desa Lasalimu Pantai. Hingga Jumat (19/6/2026) pukul 17.00 Wita, pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan masih belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan operasi pencarian pada hari keenam telah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur SAR dan peralatan pendukung.

“Hingga memasuki pukul 17.00 Wita, pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan dengan hasil nihil. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pada pukul 07.00 WITA,” terangnya.

Menurutnya, kondisi cuaca selama pelaksanaan pencarian terpantau cukup mendukung dengan cuaca cerah berawan. Berdasarkan data BMKG, kecepatan angin tercatat sekitar 11 kilometer per jam dari arah timur.

Amiruddin menjelaskan, korban diketahui berangkat memancing seorang diri menggunakan longboat pada 13 Juni 2026 sekitar pukul 02.00 Wita di perairan Lasalimu.

“Pada tanggal 13 Juni 2026 pukul 02.00 WITA korban pergi memancing dengan menggunakan longboat di sekitar perairan Lasalimu,” ujarnya.

Sehari kemudian, tepatnya pada 14 Juni 2026, longboat milik korban ditemukan terdampar di pesisir Desa Koepisino atau Tanah Merah, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara. Namun, keberadaan korban hingga kini masih belum diketahui.

“Longboat milik korban beserta telepon genggam ditemukan terdampar di pesisir Desa Koepisino, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara. Pencarian korban telah dilakukan namun dengan hasil nihil hingga informasi ini diterima,” jelas Amiruddin.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain personel KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Buton, masyarakat setempat, serta keluarga korban. Sejumlah peralatan juga dikerahkan, seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, AquaEye, peralatan medis SAR, peralatan evakuasi, hingga perangkat komunikasi.

Tim SAR Gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Sabtu (20/6/2026) pagi dengan harapan korban segera ditemukan.

Penulis : Ris

Komentar